Tantangan Utama Pariwisata Kaltara Masih Pada Akses Infrastruktur ke Destinasi Wisata

Jumat, 22 Februari 2019

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Sektor pariwisata Kalimantan Utara belum tergarap dengan maksimal. Industri pariwisata yang diharapkan mampu memberi kontribusi bagi perekonomian daerah, keberadannya belum bisa dirasakan secara signifikan.

 

Kadis Pariwisata Kalimantan Utara Ahmad Haerani mengakui hal tersebut. Tantangan utamanya adalah akses infrastruktur menuju destinasi-destinasi wisata di daerah.

 

Kadis Pariwisata Kalimantan Utara Ahmad Haerani memperkirakan ada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kalimantan Utara.

 

Namun dampaknya terhadap pertumbuhan industri pariwisata belum bisa dirasakan secara menyeluruh.

 

"Saat ini kami terus mencoba untuk menyatukan simpul-simpul industri pariwisata dengan melibatkan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota juga," ujar Kadis Pariwisata Kalimantan Utara Ahmad Haerani menjawab Tribunkaltim.co dalam 'Respons Kaltara' di Kedai 99 Tanjung Selor, Selasa (9/7/2019).

 

Kadis Pariwisata Kalimantan Utara Ahmad Haerani mengatakan, Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota tengah mendorong industri perhotelan/penginapan turut andil dalam pengembangan industri pariwisata di Kalimantan Utara.

 

Termasuk industri kuliner dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lainnya, serta industri agen perjalanan.

 

"Salah satu yang kami harapkan adalah meningkatkan pelayanannya, produksinya, termasuk keramahan dan keamanan setiap tamu atau wisatawan yang datang," kata Kadis Pariwisata Kalimantan Utara Ahmad Haerani.

 

Dinas Pariwisata juga mengklaim sudah aktif mendorong hotel, usaha UMKM, agen perjalanan wisata untuk punya sertifikat.

 

"Kami bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota melaksanakan sertifikasi. Juga dengan melibatkan asosiasi industri-industri itu. Setiap tahun kami ada sertifikasi," sebut Kadis Pariwisata Kalimantan Utara Ahmad Haerani.

Bertumbuhnya pelayanan industri perhotelan, kuliner dan UMKM lainnya, serta jasa perjalanan wisata diharapkan makin meningkatkan kunjungan wisata ke Kalimantan Utara.

 

 

Di samping itu, dalam waktu dekat Kadis Pariwisata Kalimantan Utara Ahmad Haerani berjanji akan mendudukkan seluruh stakeholder terkait membahas persoalan dan tantangan utama sektor pariwisata di Kalimantan Utara, utamanya dalam hal penyediaan infrastruktur menuju destinasi-destinasi wisata. (Wil)

 


Simpan sebagai :

Berita terkait :